{"id":1073,"date":"2026-08-15T15:55:17","date_gmt":"2026-08-15T15:55:17","guid":{"rendered":"https:\/\/sotosobhasmawi.id\/info\/?p=1073"},"modified":"2026-08-15T15:55:17","modified_gmt":"2026-08-15T15:55:17","slug":"resep-daging-rawon-asli-cara-membuat-sop-daging-sapi-hitam-indonesia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/sotosobhasmawi.id\/info\/resep-daging-rawon-asli-cara-membuat-sop-daging-sapi-hitam-indonesia\/","title":{"rendered":"Resep Daging Rawon Asli: Cara Membuat Sop Daging Sapi Hitam Indonesia"},"content":{"rendered":"<h1>Resep Daging Rawon Asli: Cara Membuat Sop Daging Sapi Hitam Indonesia<\/h1>\n<p>Rawon Daging, sup daging sapi hitam unik yang berasal dari Jawa Timur, Indonesia, merupakan permata kuliner lezat yang dibedakan dari rasanya yang dalam, kuat, dan warna gelap yang khas. Warna gelap pada sup ini berasal dari kacang keluwak, yang memberikan rasa pedas dan intens yang tak tertandingi dalam masakan Asia Tenggara. Pada artikel ini, kami akan memandu Anda melalui resep asli Rawon Daging, menawarkan petunjuk langkah demi langkah, tips kuliner, dan wawasan tentang hidangan tradisional ini. Baik Anda seorang juru masak berpengalaman atau pecinta kuliner, panduan ini akan membantu Anda menguasai salah satu masakan Indonesia tercinta.<\/p>\n<h2>Apa itu Rawon Daging?<\/h2>\n<p>Rawon Daging adalah sup daging sapi Indonesia yang terkenal dengan warna hitamnya yang mencolok, yang berasal dari penggunaan kacang kluwak (atau keluak). Ini adalah makanan pokok dalam masakan Jawa Timur, sering disajikan dengan nasi dan berbagai pelengkap seperti tauge, sambal, dan telur asin. Hidangan ini terkenal dengan citarasanya yang kaya dan kompleks yang menyeimbangkan rasa bersahaja, pedas, dan umami, menjadikannya favorit di kalangan penduduk lokal dan pengunjung.<\/p>\n<h2>Bahan Rawon Daging<\/h2>\n<p>Kunci asli Rawon Daging terletak pada bahan-bahannya yang beberapa di antaranya merupakan ciri khas masakan Indonesia. Inilah yang Anda perlukan:<\/p>\n<h3>Bahan Utama<\/h3>\n<ul>\n<li><strong>500g daging sapi (sebaiknya stik drum atau brisket), potong-potong<\/strong><\/li>\n<li><strong>3 sendok makan minyak goreng<\/strong><\/li>\n<li><strong>1,5 liter air<\/strong><\/li>\n<li><strong>2 batang serai, memarkan<\/strong><\/li>\n<li><strong>3 lembar daun jeruk purut<\/strong><\/li>\n<li><strong>3 lembar daun salam<\/strong><\/li>\n<li><strong>Garam secukupnya<\/strong><\/li>\n<li><strong>Gula secukupnya<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<h3>Bahan Pasta Rempah<\/h3>\n<ul>\n<li><strong>6 buah kacang keluak, diambil dagingnya<\/strong><\/li>\n<li><strong>8 bawang merah<\/strong><\/li>\n<li><strong>5 siung bawang putih<\/strong><\/li>\n<li><strong>2 cabai merah<\/strong><\/li>\n<li><strong>1 sendok teh bubuk kunyit<\/strong><\/li>\n<li><strong>2 sendok teh biji ketumbar, sangrai<\/strong><\/li>\n<li><strong>1 sendok teh biji jintan, sangrai<\/strong><\/li>\n<li><strong>jahe 1 inci<\/strong><\/li>\n<li><strong>Lengkuas 1 inci<\/strong><\/li>\n<li><strong>2 sendok teh terasi<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<h3>hiasan<\/h3>\n<ul>\n<li><strong>bawang merah goreng<\/strong><\/li>\n<li><strong>Daun bawang, diiris<\/strong><\/li>\n<li><strong>Tauge, rebus<\/strong><\/li>\n<li><strong>Telur bebek asin rebus<\/strong><\/li>\n<li><strong>Irisan jeruk nipis<\/strong><\/li>\n<li><strong>Sambal (opsional)<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<h2>Petunjuk Memasak Langkah demi Langkah<\/h2>\n<h3>1. Mempersiapkan Pasta Bumbu<\/h3>\n<p>Untuk menciptakan kedalaman rasa khas Rawon Daging, mulailah dengan pasta bumbu.<\/p>\n<ul>\n<li><strong>Campurkan Bahan-Bahan:<\/strong> Dalam food processor, campurkan kacang keluak, bawang merah, bawang putih, cabai merah, bubuk kunyit, ketumbar sangrai dan biji jintan, jahe, lengkuas, dan terasi. Blender hingga halus.<\/li>\n<\/ul>\n<h3>2. Tumis Bumbu Terasi<\/h3>\n<ul>\n<li><strong>Minyak Panas:<\/strong> Dalam panci besar, panaskan minyak goreng dengan api sedang.<\/li>\n<li><strong>Masak Pasta:<\/strong> Tambahkan pasta bumbu, aduk terus selama 5-7 menit hingga harum dan minyak mulai terpisah dari pasta.<\/li>\n<\/ul>\n<h3>3. Memasak Daging Sapi<\/h3>\n<ul>\n<li><strong>Tambahkan Daging Sapi:<\/strong> Masukkan potongan daging sapi ke dalam panci, aduk hingga terlumuri bumbu secara merata.<\/li>\n<li><strong>Didihkan dengan Herbal:<\/strong> Tambahkan serai memar, daun jeruk purut, dan daun salam. Tuang ke dalam air dan didihkan.<\/li>\n<li><strong>Membara:<\/strong> Kecilkan api hingga mendidih perlahan, tutup panci sebagian. Biarkan matang kurang lebih 2 jam, atau sampai daging empuk. Aduk sesekali dan tambahkan lebih banyak air jika perlu.<\/li>\n<\/ul>\n<h3>4. Bumbu<\/h3>\n<ul>\n<li><strong>Sesuaikan Selera:<\/strong> Tambahkan garam dan gula sesuai selera, seimbangkan unsur gurih dan manis sesuai selera.<\/li>\n<\/ul>\n<h3>5. Menyajikan daging mentah<\/h3>\n<ul>\n<li><strong>Hiasi dan Nikmati:<\/strong> Sendokkan sup ke dalam mangkuk, sajikan dengan nasi kukus. Hiasi sup dengan bawang merah goreng dan irisan daun bawang. Sajikan bersama tauge rebus, telur bebek asin rebus, irisan jeruk nipis, dan sambal untuk pengalaman otentik.<\/li>\n<\/ul>\n<h2>Tips Agar Daging Rawon Sempurna<\/h2>\n<ul>\n<li><strong>Memilih Keluak:<\/strong> Pastikan kacang keluak Anda diolah dengan benar<\/li>\n<\/ul>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Resep Daging Rawon Asli: Cara Membuat Sop Daging Sapi Hitam Indonesia Rawon Daging, sup daging sapi hitam unik yang berasal dari Jawa Timur, Indonesia, merupakan permata kuliner lezat yang dibedakan dari rasanya yang dalam, kuat, dan warna gelap yang khas. Warna gelap pada sup ini berasal dari kacang keluwak, yang memberikan rasa pedas dan intens&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[400],"class_list":["post-1073","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-artikel","tag-resep-rawon-daging"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/sotosobhasmawi.id\/info\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1073","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/sotosobhasmawi.id\/info\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/sotosobhasmawi.id\/info\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sotosobhasmawi.id\/info\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sotosobhasmawi.id\/info\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1073"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/sotosobhasmawi.id\/info\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1073\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1075,"href":"https:\/\/sotosobhasmawi.id\/info\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1073\/revisions\/1075"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/sotosobhasmawi.id\/info\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1073"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/sotosobhasmawi.id\/info\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1073"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/sotosobhasmawi.id\/info\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1073"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}